MENJADI GEREJA YANG SEJATI

MENJADI GEREJA YANG SEJATI”.

PENDAHULUAN:

GPMSepanjang sejarah berdirinya, gereja Kristen banyak diancam dengan berbagai macam penderitaan (terutama pada zaman Romawi). Meskipun demikian gereja tidak pernah mati dan tidak akan mati.

  • Demikian halnya dengan GPM dalam HUT ke-21 pada bulan September 2018 ini boleh melewati tantangan yang begitu berat tetapi masih ada, bahkan selalu bertumbuh.

Yesus Kristus sendiri berkata :

Mat 16:18 – Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

TL – “… Aku akan membangunkan sidang-Ku; dan segala pintu alam maut pun tiada akan dapat mengalahkan dia.

Ayat tersebut di atas menjelaskan bahwa: Gereja boleh menghadapi maut, namun maut tidak akan mampu berkuasa mengalahkannya. “Suatu gereja lokal bisa saja dimusnahkan, tetapi gereja secara universal tidak akan pernah bisa dimusnahkan. Bahwa gereja mampu bertahan dari segala upaya penghancuran ini membuktikan adanya kekuatan Ilahi yang memeliharanya. Kekuatan Ilahi ini tidak lain adalah kuasa dari Kristus – Kepala Gereja itu.

Begitu banyak gereja yang sudah menjadi serupa dengan dunia ini, sudah bergeser dari panggilannya, sudah menjadi gereja yang palsu dan menyimpang. Untuk itu, Gereja harus tetap menjadi gereja yang sejati (sesuai kehendak Allah).

Berbicara mengenai Gereja yang sejati, tentunya kita belajar dari gereja mula-mula yang dikisahkan dalam Kis 2:41-47.

Bagaimanakah Gereja yang Sejati itu?

  1. Gereja yang bertobat (Kis 2:41)
    • Jemaat mula-mula terbentuk oleh perkataan (Kotbah) Petrus, dimana Petrus berkotbah dengan suara yang nyaring (Kis 2:14). Begitu panjang lebar kotbahnya disampaikan, ada respon dari bangsa itu, “Apa yang harus kami perbuat? (Kis 3:37). Petrus pun berkata dalam Kis 2:38: Bertobatlah…! Bukan hanya respon tetapi ketaatan mereka tunjukkan dalam Kis 2:41: “orang-orang yang menerima perkataan itu (Bertobatlah….!) memberi diri Dibaptis
    • Jemaat mulai-mulai adalah jemaat yang merindukan pertobatan. Pertobatan dimulai ketika firman yang disampaikan mereka responi dengan baik. Bahkan mereka pun menjadi pelaku firman Tuhan yang didengar, sehingga mereka siap memberi diri dibaptis sebagai tanda pertobatan mereka.
  1. Gereja yang lahir dan bertumbuh dalam Firman.
    • Perhatikan bahwa sebelum terjadinya pertobatan massal dalam Kis 2:41 ada 2 peristiwa yang menarik yakni ada: a). mujizat di mana Roh Kudus turun ke atas murid-murid (Kis 2:2-3) dan b). ada bahasa roh yang diucapkan oleh murid-murid (Kis 2:4). Jadi ada 2 kejadian spektakuler/supranatural/mujizat. Lalu bagaimana reaksi orang banyak setelah melihat 2 peristiwa ajaib itu?
    • Dalam menyikapi 2 peristiwa ajaib itu da 2 reaksi : a). Sebagian orang Bingung (kis 2:6-7): :…Mereka bingung” dan b). Menghakimi / menyindir: Kis 2:13: “…Mereka sedang mabuk oleh anggur”. Artinya: Mujizat tidak dapat melahirkan iman yang sejati, tetapi pendengaran akan firman Tuhan (Roma 10:17).
    • Mujizat tidak dapat memberikan iman seseorang bertumbuh, tetapi pendengaran akan Firman Allah. Jemaat mula-mula pada saat itu selalu bertekun mendengarkan Firman Allah. Kis 2:42: (ada 4 hal: Mereka bertekun oleh pengajaran rasul-rasul);
  1. Gereja yang Berdoa
    • Gereja yang sejati bukan hanya gereja yang bertobat, bukan hanya gereja yang lahir dan bertumbuh lewat Firman Tuhan tetapi juga gereja yang tekun dalam doa. Ini terlihat dari ayat 42. Jemaat mula-mula selalu bertekun di dalam Doa. Berdoa adalah aktivitas penting dalam gereja mula-mula.
    • Ada 2 aktivitas doa mereka, yaitu: a). Mereka berdoa dalam persekutuan (ay 42) dan b).Mereka berdoa dengan tekun (ay 42).
    • Dari jemaat mula-mula, kita dapat belajar bahwa bertekun di dalam Doa adalah salah satu kunci agar mereja menjadi jemaat yang sejati.
  2. Gereja yang beraksi dan memberitakan Injil
    • Dalam Kis 2:33: “Memberi kesaksian tentang kebangkitan Yesus Kristus. Mereka tidak menjadi jemaat yang pasif, tetapi jemaat yang aktif dalam bersaksi mengabarkan Injil yang adalah Kabar Baik dari Tuhan untuk Keselamatan dunia dari dosa.
    • Dalam Perayaan HUT GP. Mangseng ke-21 tahun ini, kita dihimbau agar dapat memberitakan Kabar Baik kepada seluruh umat manusia. Sehingga dengan demikian jumlah secara kuantitas jemaat akan terus semakin bertambah-tambah, seperti jemaat mula-mula yang terus berkembang.

Download kotbah Power Poin: GEREJA YANG SEJATI

Pdm. Freddy Siagian, M.Th.,M.M.

 

One thought on “MENJADI GEREJA YANG SEJATI

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*