MEMPERGUNAKAN WAKTU DAN KESEMPATAN

MEMPERGUNAKAN WAKTU DAN KESEMPATAN

Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. (Pengkotbah 9:11).

PENDAHULUAN:

WhatsApp Image 2018-10-29 at 06.42.32Jika kita memperhatikan dengan teliti bacaan Firman Tuhan tersebut di atas, sepertinya kontradiksi dengan apa yang terjadi pada hukum dunia ini. Bukankah hukum dunia mengatakan bahwa dalam perlombaan yang kuatlah yang menang? bukankah orang yang kaya itu harus cerdas dan cendikiawan? Namun, firman Tuhan katakan, bukan? terus siapakah yang menang itu? 1. Keunggulan bukan untuk yang tercepat. Seorang pelari tercepat sepanjang sejarah dalam lari 100 m bernama: DONOVAN BALLEY mencapai rekor tercepat hanya dengan 9,84 detik. Namun, dia kalah karena tidak mempergunakan waktu dan kesempatan dengan baik. Satu bulan sebelum ia bertanding, karena mungkin dia merasa bahwa tidak ada yang bisa mengalahkannya, ia pun mengikuti kegiatan bermain basket dengan temannya dan akhirnya harus mengalami cedera pada kakinya. Hal tersebut mengakibatkan ia pun kalah dalam pertandingan lari. 2. Kekayaan bukan untuk orang yang cerdas. Susilo Toar adalah seorang yang hebat, mempunyai gelar Doktor lulusan luar Negeri. Ia menguasai beberapa bahasa asing, seperti Rusia, dll. Ia dapat menempuh gelar Doktor dalam waktu 1.5 tahun dan dia 11 Tahun bekerja dan tinggal di Rusia dengan hidup berkelimpahan. Namun, tahukah anda bahwa beliau sekarang ini menjadi pemulung di Blora – Jateng? Dari 2 contoh tersebut di atas, menjelaskan kepada kita bagaimana kita menangkap waktu dan kesempatan dengan baik.

Dalam 2 Raja2:1-18 Ada 2 Tokoh dalam Alkitab yang menangkap kesempatan dengan baik, yakni:

  1.  Elisa dapat menangkap waktu dan Kesmepatan. Ia tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Elisa tetap ikut Elia walaupun banyak tantangan yang dihadapi. Ketika Elia menuruhnya pulang, namun sampai terakhir ELia naik ke Sorga Elisa terus mengikuti Elia. Sehingga apa yang diharapkan Elisa, dia dapatkan dari Elia (ay 7-14. Pengurapan yang double porsi. Elisa adalah Nabi yang berani mengatakan tidak turun hujan dalam waktu 3.5 tahun.
  2. Gehazi adalah murid Elisa yang dapat kesempatan yang sama dengan Elisa (2 Raja 5:1-27). Namun waktu dan kesempatan yang baik itu tidak dipergunakan dengan baik, seharusnya Gehazi juga bisa mendapatkan pengurapan dari Tuhan melalui Elisa. Namun, ternyata Gehazi justru menggunakan waktu dan kesempatan yang salah. Terkadang waktu dan kesempatan itu datang merupakan suatu ujian bagi iman kita. Untuk itu kita perlu bertanya dan selalu taat kepada apa yang menjadi kehendak Tuhan. Kesalahan Gehazi ialah salah mempergunakan waktu dan kesempatan yang ada. Dimana Gehazi tergiur dengan harta duniawi yang sebenarnya itu bukan bagiannya. Ketika Tuhan menyembuhkan Naaman dari sakit Kustanya, iapun memberikan hadiah kepada Elisa, namun ia menolak. Gehazi yang mendengar itu mencoba meraih untuk dari yang bukan haknya. Ia pun berbohong kepada Naaman dengan mengatakan bahwa Elisa menyuruh dia untuk meminta persembahan itu. Akhirnya, ELisa marah dan Naaman pun terkena Kusta sampai keturunan.

Pada akhirnya, pergunakanlah waktu dan kesempatan yang ada, dan janganlah hidup seperti orang bebal (Efesus 5:15-16). Tuhan Yesus memberkati kita semuanya. GBU

Susilawati Ginting, S.Th.,S.E.

WhatsApp Image 2018-10-29 at 06.42.15 WhatsApp Image 2018-10-29 at 06.45.39 WhatsApp Image 2018-10-29 at 06.45.42 WhatsApp Image 2018-10-29 at 06.45.43

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*