KEMATIAN ORANG PERCAYA PADA TUHAN YESUS

KEMATIAN ORANG PERCAYA PADA TUHAN YESUS

Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap. (Pengkotbah 9:5)

Op Togap (2)Pendahuluan: Ayat tersebut di atas tidak berbicara tentang keadaan sesudah mati, karena bagi orang yang percaya kepada Kristus, kematiannya itu jelas akan dikumpulkan dan dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus (1 Tesalonika 4:14-17). Tetapi ayat tersebut berbicara tentang ketidak berartian fisik setelah mati. Mati yang dimaksud ialah kematian fisik atau terpisahnya fisik dari Allah). Untuk itu, Salomo dalam kotbahnya menyampaikan agar selagi kita masih hidup, menikmati matahari di bumi ini, bekerjalah dengan sekuat tenaga selama masih hidup (ay 10). Bekerja sekuat tenaga atau semaksimal mungkin untuk bisa menjadikan hidup berdampak bagi orang lain terutama mempermuliakan nama Tuhan. Demikian juga dalam Kolose 3:23: “Apa juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan”. Kita hanya dapat berbuat ketika kita masih hidup di bumi ini, sebab jikalau kita sudah mati tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Setelah kematian fisik ada “kekekalan” yaitu kematian kekal dan kehidupan kekal. Dalam Matius 25:31-46: “perikop tentang pengahakiman terakhir”. Ada masanya kita dikumpulkan, dipisahkan seperti gembala memisahkan domba dan kambing”.

BAGAIMANA KEMATIAN ORANG YANG PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS?

  1. Dikumpulkan bersama dengan Allah (1 Tesalonika 4:4). “….Mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan bersama-sama dengan Dia” Artinya bagi orang yang meninggal di dalam Tuhan tidak perlu kita terlalu lama larut dalam kesedihan karena dia berkumpul dengan Bapa di Sorga. Dalam bahasa aslinya (KJV) dikatakan: “For if we believe that Jesus died and rose again, even so them also which sleep in Jesus will God bring with him”. Dia menggambarkan bahwa umat percaya yang telah meninggal seperti sedang “tidur dalam Kristus” (contoh, dalam 1 Tesalonika 4:14). Jadi jelas, kematian orang Kristen itu jelas bukan abu-abu, apalagi masih menunggu malam ketiga atau ketujuh datang.
  2. Diangkat bersama dengan Allah ( 1 Tesalonika 4:16-17). “DIANGKAT” (Yunani: harpazo = mengambil, menarik, atau membawa dengan segera). Itu artinya menunjukkan suatu keadaan yang berlangsung dengan sangat cepat disertai kekuatan yang tak tertahankan dari kedatangan Yesus (Yunani: Parousia). Kata Parousia digunakan untuk kunjungan resmi dari pembesar kerajaan atau kaisar Roma. Alalh membawa kita segera dari tempat yang dikumpulkan sementara itu.
  3. Hidup kekal bersama dengan Allah (Matius 11:25). Hidup yang dimaksudkan dalam ungkapan Akulah kebangkitan dan hidup adalah hidup kekal, hidup ilahi, seperti apa yang dibahas dalam pasal 1:4 dan 5:21. Dalam penjelasannya, Tuhan Yesus berkata bahwa setiap orang yang sudah memiliki hidup kekal dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.

Pdm. Freddy Siagian, M.Th.,M.M.

Acara: Pemakaman Pbs. Nurhayati Marpaung (Op. Togap)

Op Togap (2)Op Togap (5)Op Togap (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*