KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS

KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS

 Pendahuluan 

Salib 3Memperingati Jumat Agung (Kematian Tuhan Yesus) selalu dilakukan setiap orang Kristen, karena memang PengorbananNya melalui kematianNyalah membuktikan KasihNya dan bukan hanya itu saja, tetapi menjadi penebusan bagi dosa umat manusia. Berikut perjalanan penderitaan Tuhan Yesus sampai kepada kematianNya di Kayu salib untuk Penebusan dosa manusia.

  1. Yesus di hadapan Mahkamah Agama. Setelah Yesus berdoa di Taman Getsemani, maka datanglah Yudas, “dan bersama-sama serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi” Matius 26:47. Yesus lalu dibawa ke hadapan Mahkamah Agama Yahudi, di depan Imam Besar Kayafas. Sementara itu Petrus yang mengikuti hingga di halaman Mahkamah Agama dikenali sebagai pengikut Yesus namun ia menyangkal tiga kali, dan pada saat itu berkokoklah ayam barulah ia sadar apa yang Tuhan Yesus katakan (Matius 26:75).
  2. Yesus di hadapan Pilatus. Yang berhak menghukum mati seseorang hanyalah pemerintah Romawi, maka Yesus dibawa ke hadapan Pontius Pilatus. Pilatus tidak menemukan kesalahan Yesus sehingga Ia layak dihukum, namun oleh karena desakan wali negeri dan orang-orang pada saat itu, maka Pilatus pun membasuh tangannya dan berkata: : “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!” Dan oleh karena desakan banyak orang, maka ia pun membebaskan Barabas dan menyerahkan Yesus untuk disalibkan (Matius 27:11-14, 23-26)
  3. Yesus disiksa dan diolok-olok. Setelah Yesus divonis untuk menerima hukuman salib oleh Pontius Pilatus, Yesus disiksa terlebih dahulu seperti yang umum dilakukan pada zaman Romawi.  Yesus pun dibawa ke gedung pengadilan lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka pun menyiksanya, mengolok-olok, meludahi dan bahkan memeberikan mahkota duri di atas kepalaNya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan (Matius 27:27-31)
  4. Yesus disalibkan. Setelah disesah, maka Yesus dihukum mati di atas kayu salib di Bukit Golgota atau Kalvari. Yesus pun disalibkan dan disejajarkan dengan dua orang penyamun, Dia dituduhkan memiliki kesalahan yang keji padahal Dia tidak pernah bersalah dan berdosa. Semua orang mencela Dia dan berkata: selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!”  Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia juga mencela-Nya. (Matius 27:35-44).
  5. Yesus wafat. Yesus pun wafat di atas kayu salib, bukan karena Ia mati lemas atau kehabisan darah, tetapi Ia sendiri yang menyerahkan nyawa-Nya ke tangan Bapa-Nya. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.” (Mat 27:50-54).

Selamat jumat Agung, KasihNya dan Menyelamatkan kita semuanya. Amin

Pdm. Freddy Siagian, M.Th.,M.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*