YANG MENABUR PASTI MENUAI

22 Agustus

  • Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.”(MAZMUR 126:5-6)
  • Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, ..Kej 8:22

PENDAHULUAN: Menabur atau memberi adalah salah satu ciri orang yang sudah memiliki iman. Sedangkan Kekristenan yang masih berfokus kepada meminta dan menerima termasuk orang Kristen yang masih pemula atau memiliki iman dasar. Memang menabur atau melepaskan atau menghamburkan (KBBI) adalah suatu pekerjaan yang bertentangan dengan filosofi dunia. Dimana orang yang hematlah yang akan menjadi kaya. Sebaliknya Firman Tuhan mengajarkan semakin banyak menabur, semakin banyak menuai (Matius 7:1-2).

KUNCI MENUAI IALAH MENABUR

  • Matius 13:23: “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Firman Tuhan di atas menjelaskan bahwa orang yang menabur benih pasti akan menuai. Dan setiap orang yang menuai tentunya akan bervariasi dalam hal jumlah untuk menuai. Nah, apa sih rahasianya sehingga kita dapat menuai seperti yang dikatakan Firman Tuhan 30 X, 60 X bahkan 100 X lipat? Menurut Return On Investment (ROI) bahwa 1 X = 100%, 30X = 3.000 % 60X = 6.000% sedangkan 100X = 10.000%. Sangat luar biasa bukan, apabila kita menghasilkan sampai 10.000% dari apa yang kita tabur. Bukan berarti saya mengajak kita seperti rentenir yang membungakan uangnya sampai 30% supaya cepat kaya.

Mengapa kita sudah Menabur Tapi BELUM MENUAI?

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:9)

  1. Belum Waktunya (ay 9a): Ayat tersebut di atas mengajarkan kita bahwa apabila sudah datang waktunya kita akan menuai (ay 9a). Kita belum menuai karena belum datang waktunya (kurios). Sama halnya petani yang menanam padi kalau belum datang waktunya, maka ia tidak bisa panen atau pun jika dipaksakan, maka hasilnya tidak akan memuaskan.
  2. Kita Tidak menjadi Lemah (ay 9b). Lemah ialah sifat yang menunjukkan inkonsisten terhadap sesuatu yang dikerjakan. Dalam hal ini, kita harus terus menerus secara kontiniuitas dalam hal menabur atau memberkati. Terkadang Tuhan harus membiarkan kita menunggu jawaban Tuhan, dengan tujuan melihat kesetiaan kita. Apakah kita benar-benar tulus memberikan kepada saudara atau kepada Tuhan?
  3. Ada Pencuri (Yoh 10:10a): Pencuri datang untuk mencuri,…..Iblis mencuri berkat kita. Jika kita membaca dalam Maleaki 3:8-10: ” Kita menipu Allah dengan cara bagaimana? yaitu dengan Persembahan Persepuluhan. Tahukah saudara jika kita mengembalikan persepuluhan kita, makan Tuhan akan menghardik belalang pelahap, pengirik, pelompat dari tengah-tengah kita. Pengeluaran-pengeluaran yang tidak terduga atau penyakit yang terus menerus sehingga keuangan kita bocor, habis hanya untuk berobat. Persepuluhan ini ibarat pagar dalam ladang kita. Bisa saja bagus hasil ladang kita, tetapi apabila tidak dipagari bisa saja datang pencuri dan merampas seluruhnya sehingga kita tidak dapat menikmati hasilnya.

Apa saja yang akan kita tabur?

Jika anda ingin menuai kebaikan, taburlah kebaikan. Jika anda ingin diberkati, maka belajarlah untuk memberkati orang. Jika anda ingin diperhatikan, belajarlah memperhatikan orang lain. Firman Tuhan katakan dalam Matius 7:12: ”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 

Kesimpulan:

Ciri orang beriman ialah jika kita sudah sanggung untuk menabur bukan hanya meminta atau diperhatikan. Menabur ialah kunci untuk menuai. Taburlah apa yang hendaki engkau mau tuai. Seperti Isak, Dalam Kejadian 26: 12-13: “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat;  sebab ia diberkati  TUHAN . Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.

Link Vidio: https://youtu.be/dFlYmOLZ_08

Bekasi, 22 Agustus 2021

22 Agustus (1) 22 Agustus (2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*